MEDIA ONLINE BERITAIHWAN.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA Berburuk Sangka Berbuah Balasan: Islam Tegaskan Konsekuensi Moral dalam Kehidupan Sosial

Berburuk Sangka Berbuah Balasan: Islam Tegaskan Konsekuensi Moral dalam Kehidupan Sosial


Beritaihwan.biz.id
- Dalam ajaran Islam, berburuk sangka atau su’uzan terhadap orang lain merupakan perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi moral yang serius. Larangan ini bukan sekadar etika sosial, tetapi juga bagian dari hukum dan nilai keadilan dalam Islam yang bertujuan menjaga keharmonisan umat. Islam memandang prasangka buruk sebagai awal dari kerusakan hubungan antarmanusia dan sumber lahirnya fitnah di tengah masyarakat.

Al-Qur’an secara tegas mengingatkan umat Islam untuk menjauhi prasangka buruk, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 yang menegaskan bahwa sebagian prasangka adalah dosa. Ayat ini menjadi landasan kuat bahwa berburuk sangka bukan perkara ringan, melainkan perbuatan yang dapat menjerumuskan pelakunya pada dosa dan pelanggaran hak sesama manusia.

Dalam perspektif hukum Islam, setiap perbuatan memiliki konsekuensi atau balasan sesuai dengan niat dan dampaknya. Berburuk sangka dapat merusak kehormatan seseorang tanpa bukti yang jelas, sehingga termasuk dalam perbuatan zalim. Islam mengajarkan bahwa kezaliman, sekecil apa pun, kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat.

Rasulullah S A W juga mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap prasangka. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda bahwa prasangka adalah ucapan yang paling dusta. Peringatan ini menunjukkan bahwa prasangka buruk sering kali tidak berdasar pada fakta, melainkan asumsi yang dapat menyesatkan dan menimbulkan permusuhan di antara sesama.

Balasan bagi orang yang gemar berburuk sangka tidak selalu datang dalam bentuk hukuman langsung, tetapi bisa berupa rusaknya kepercayaan sosial, hilangnya ketenangan batin, serta terputusnya hubungan silaturahmi. Dalam skala yang lebih luas, budaya prasangka dapat memecah persatuan dan melemahkan nilai ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui prinsip husnuzan atau berbaik sangka, Islam mengajak umatnya membangun kehidupan sosial yang adil, damai, dan penuh empati. Dengan menjauhi prasangka buruk dan menjaga lisan serta hati, setiap individu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis sekaligus terhindar dari balasan buruk atas perbuatan yang dilarang dalam hukum Islam.

Penulis : Ihwan 

Lebih baru Lebih lama